Minggu, 16 November 2014

gerhana matahari



BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Gerhana
Gerhana dalam bahasa Arab disebut dengan kusuf atau khusuf. Kedua kata tersebut dipergunakan baik untuk gerhana Matahari ataupun gerhana Bulan. Hanya saja, kata kusuf lebih dikenal untuk penyebutan gerhana Matahari (kusuf as-syams) dan kata khusuf lebih dikenal untuk sebutan gerhana Bulan (khusuf al-qamr).
            Dalam padanan kata bahasa Inggris disebut “eclise” dan dalam bahasa latin disebut “ekleipse”. Istilah ini dipergunakan secara umum, baik gerhana Matahari ataupun gerhana Bulan. Namun dalam penyebutannya didapat dua istilah Eclice of The Sun Untuk gerhana Matahari, dan Eclice of  The Moon utuk gerhana Bulan. Dan digunakan istilah solar eclise untuk Matahari, dan lunar eclise untuk gerhana Bulan. Sedangkan dalam bahasa sehari-hari kita, kata gerhana dipergunakan untuk mendiskripsikan keadaan yang menggambarkan kehilangan atau kemerosotan (secara total atau sebagian) kepopuleran atau kesuksesan seseorang, kelompok atau negara. Gerhana juga bisa dikonotasikan sebagai kesuraman sesaat (terprediksi, berulang, atau tidak) dan masih diharapkan bisa berakhir. Dari berbagai istilah tersebut, istilah tersebut berbahasa arablah yang paling mendekati pada pengertian sebenarnya, di mana “kusuf” berarti menutupi, sedangkan “khusuf” berarti memasuki. Sehingga kusuf al-asyami menggambarkan Bulan memasuki Matahari baik sebagian maupun seluruhnya.[1]







2.      SEBAB TERJADINYA GERHANA MATAHARI
Kusuf berarti “memutupi” .  Ini yang menggambarkan adanya fenomena alam  bahwa (dilihat dari Bumi) bulan menutupi Matahar,  sehingga terjadi gerhana matahari.  Gerhana matahari akan terjadi pada saat ijtima’ (konjungsi), dimana bulan dan matahari berda di salah satu titik simpul atau terdekatnya. Bidang ellips lintasan bumi dengan bidang ekstetika membentuk sudut 0 ̊ karena kedua bidang ini berimpit. Sedangkan bintang lintasan bulan dan bidang ekliptika tidak berimpit, melainkan membuat sudut sebesar 5 ̊ 8’. Oleh karenanya tidak setiap ijtima’  akan mengalami gerhana.[2]
Gerhana Matahari terjadi  ketika matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus. Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), namun tidak setiap bualn baru akan mengalami gerhana matahari. Walaupun bulan lebih kecil, namun bayangan bulan mampu melindungi cahaya sepenuhnya karena Bulan dengan jarak ,rata-rata 384.400 Kmdalah lebih dekat kepada Bumi berbanding dengan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680,000km. [3]  Hal ini disebabkan bidang orbit bulan mengitari bumi tidak sejajar dengan bidang orbit bumi mengitari matahari (bidang ekliptika), namun miring membentuk sudut sebesar 5 drajat. Seandainya bidang orbit bulan mengitari tersebut terletak tepat pada bidang ekliptika, maka setiap bulan baru akan terjadi gerhana Matahari.[4]





3.      MACAM-MACAM GERHANA MATAHARI
Gerhana matahari dapat terjadi 2 sampai 5 kali dalam satu tahun, tetapi yng dapat menyaksikan hanyalah beberapa tempat dipermukaan bumi ini saja. Memperhatikan piringan  matahari yang tertutupi oleh bulan pada gerhana matahari, maka gerhana matahari itu ada tiga macam yaitu :
a.       Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari total atau sempurna atau kulliy terjadi manakala antara posisi bulan dengan bumi pada jarak yang dekat, sehingga bayangan kerucut (umbra) bulan menjadi panjang dan dapat menyentuh permukaan bumi, serta Bumi-Bulan-Matahari pada satu garis.
b.      Gerhana cincin
Gerhana matahari cincin atau halqiy terjadi manakala antara posisi bulan dengan bumi pada jarak yang jauh, sehingga bayangan kerucut (umbra) bulan menjadi pendek dan tidak dapat menyentuh permukaan bumi, serta Bumi-Bulan-Matahari pada garis lurus. Ketika itu diameter bulan lebih kecil daripada diameter Matahari, sehingga ada bagian tepi piringan Matahari yang terlihatdari bumi.
c.       Gerhana Matahari sebagian
Gerhana Matahari sebagian atau disebut ba’ily, terjadimanakala antara posisi bulan dengan bumi pada jarak yang dekat, sehingga bayangan kerucut (umbra) bulan menjadi panjang dan menyentuh permukaan bumi, tetapi Bumi-Bulan-Matahari tidak tepat pada satu garis.[5]
  



[1] Dr. H. Ahmad Izzudin, M.Ag, Ilmu Falak Praktis, hlm 105
[2]  Muhyiddin Khazain, Ilmu Falak Dalam Teori Dan Praktik, hlm 187
[3] Dr. H. Ahmad Izzudin, M.Ag, Ilmu Falak Praktis, hlm 113
[4] Dr. Eng. Rinto Anugrah, M.Si, Mekanisme Benda Langit, hlm 126
[5] Dr. H. Ahmad Izzudin, M.Ag, Ilmu Falak Praktis, hlm 144

Tidak ada komentar:

Posting Komentar