Senin, 23 Maret 2015

Cara menggunakan Google Eart



MENENTUKAN ARAH KIBLAT DENGAN MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH*

 

Oleh : Muzakkin



Google Earth adalah sebuah software yang sudah tidak asing lagi bagi pengguna internet yang disediakan secara gratis oleh perusahaan Google di www.google.com.
Gambar 01

Google Earth merupakan sebuah globe ajaib yang bisa memperlihatkan peta bumi yang berbentuk bola, negara, juga kota-kota yang ada di seluruh dunia. Bahkan bisa memvisualisasikan daerah tempat tinggal kita, pemukiman, jalan, sungai, sawah, hingga nampak atap rumah kita masing-masing. Demikian juga masjid dan mushalla disebuah kampungpun bisa kita amati dengan mudahnya. Berkaitan dengan arah kiblat setiap masjid, mushalla, rumah kita ataupun juga kuburan tempat pemakaman, begitu mudahnya bisa kita periksa akurasi dan kebenarannya dengan menggunakan software gratis tersebut di atas.

Langkah-langkah:
Anggaplah kita sudah menginstall software Google Earth dalam PC atau Laptop yang kita miliki, yang sudah online terhubung internet. Adapun langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut :
Gambar 02
  1. Cari atau pergi ke Masjidil Haram di kota Makkah, yaitu di kordinat :  21°25'21.00"U       dan 39°49'34.39"T. Misalnya ketikkan “Mekkah” pada kotak pencarian, kemudian cari dengan klik icon  di deretan menu atas atau pada sidebar.
  2. Buat atau “tambahkan tanda letak” dengan klik icon  di menu yang terdapat di deretan atas. Geser dan tempatkan persis di atas Masjidil Haram, kemudian beri nama, misalnya “Masjid al Haram”. (Gambar 02)
Gambar 02

  1. Cari atau pergi ke lokasi yang anda kehendaki. Pada contoh di sini kita pilih desa Karanggeneng, yaitu di kordinat :    6°59'9.48"S , 112°22'22.74"T. Misalnya ketikkan “Karanggeneng” pada kotak pencarian, kemudian cari dengan klik icon  di deretan menu atas atau pada sidebar.
  2. Buat atau “tambahkan tanda letak” sebagaimana langkah ke-2 di atas. Berikan nama lokasi, misalnya “Karanggeneng”. (Gambar 03)
Gambar 03

  1. Dari sini kita akan bisa mengecek arah kiblat untuk daerah Karanggeneng dan sekitarnya, kapanpun kita butuhkan.
  2. Klik icon  untuk tampilkan atau sembunyikan sidebar di sebelah kiri layar.
  3. Pada sidebar tampak tanda-tanda tempat yang sudah ditambahkan di sini. Dalam contoh ini “Masjid al Haram” dan “Karanggeneng”. (Gambar 04)
Gambar 04

  1. Apabila kita ingin mengetahui arah kiblat untuk Karanggeneng dan sekitarnya, maka kita tinggal double klik tanda Karanggeneng pada sidebar, dan beberapa saat sampailah kita di lokasi Karanggeneng. (Gambar 05)
Gambar 05

  1. Berikutnya buatlah garis lurus yang menghubungkan lokasi di Karanggeneng hingga Masjidil Haram dengan klik icon  pada deretan menu atas. Letakkan pointer awal di sembarang tempat di dekat lokasi Karanggeneng. (Gambar 05). Selanjutnya double klik tanda Masjid al Haram pada sidebar, dan beberapa saat sampailah kita ke Masjidil Haram. Letakkan pointer akhir tepat di atas Ka’bah, dan klik sekali saja di atas pointer tersebut. (Gambar 06)

  1. Ingat dan hati-hati, jangan lakukan klak-klik di sembarang tempat di atas peta Google Earth. Hal ini akan bisa menghapus garis yang baru saja kita buat, yang akibatnya kita harus mengulang membuat garis dari pointer awal. Untuk berpindah tempat pada peta, hanya gunakan tombol anak panah pada keyboard. Untuk merubah ukuran peta bisa kita gunakan tombol plus (+) dan minus (-) atau rol pada mouse.

Gambar 06

  1. Langkah berikutnya, kita kembali ke lokasi Karanggeneng dengan double klik tanda Karanggeneng pada sidebar. Beberapa saat kita akan sampai di Karanggeneng dan bisa melihat, bahwa garis yang terbentuk itulah arah Kiblat yang sebenarnya yang mana akurasinya sangat tinggi. Pada box  penggaris kita bisa melihat berapa derajat nilai sudut atau azimut arah Kiblat yang ingin kita ketahui. Misalnya, 294 koma sekian derajat dihitung dari titik utara searah jarum jam. Atau 24 koma sekian derajat dari titik barat. (Gambar 07)
Gambar 07

  1. Akhirnya, kita bisa memeriksa atau mengetahui arah Kiblat tempat-tempat di sekitar lokasi Karanggeneng seperti Masjid, Mushalla, rumah, gubuk di sawah atau tambak, kuburan dan lain sebagainya. Caranya sebenarnya mudah akan tetapi sekali lagi hati-hati. Posisikan pointer mouse pada titik ujung garis hingga muncul pointer berbentuk gambar tangan (ingat, hanya jika muncul pointer berbentuk tangan). Lakukan drag dan seret ke manapun kita mau, misalnya masjid. Dalam contoh ini pointer diseret ke arah sebuah masjid di desa Sumberwudi (tapi dalam Google tertulis Mertani, desa tetangga). Nah dari gambar foto masjid dan garis yang kita buat ini siapapun bisa melihatnya, sampai seberapa besar akurasi bangunan tersebut menghadap arah Masjidil Haram, atau Arah Kiblat. (Gambar 08)
Gambar 08

  1. Selanjutnya pointer bisa dipindah geser ke tempat manapun kita mau, misalnya masjid dan mushalla di tempat lain.

  1. Software sejajar dengan Google Earth kita bisa menggunakan Qibla Locator di http://qiblalocator.com atau di http://rukyatulhilal.tripod.com/qiblalocator . Software ini memang dirancang khusus untuk melacak dan menentukan arah Kiblat.

  1. Akhirnya, tekan tombol Print Screen dan simpan atau cetak. Selesai, selamat mencoba. Wallahu a’lamu bish-shawab...







*)   Disajikan pada Diklat Hisab & Rukyat Lab. Ilmu Falak Fak. Syari’ah UIN Malang 28 s/d 30 Januari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar